Malang, 17 Maret 2017 – Indonesian Future Leaders Chapter Malang akhirnya telah mengeksekusi program terakhirnya pada kepengurusan tahun 2016/2017. Untuk kedua kalinya, Ngalam Youthphoria dijadikan sebagai persembahan untuk sahabat-sahabat IFL Malang dan masyarakat Malang. Acara yang diadakan sebagai acara puncak dari kepengurusan organisasi IFL Malang kali ini mencoba memadukan tema budaya dalam sebuah festival musik dan eksibisi komunitas yang menjadi ciri khas dari Ngalam Youthphoria 2.0.




Dengan tagline “Ayas, Umak, Utas Ngalam” yang berarti “Saya, Kamu, Satu Malang” ini sukses menggandeng 40 komunitas dari berbagai bidang seperti sosial, seni, gayahidup, pendidikan, lingkungan, dan kepemudaan dengan harapan agar generasi muda kelak dapat turut serta menyalurkan kontribusi positifnya secara nyata yang diwadahi oleh komunitas-komunitas tersebut.




Berbeda dengan tahun lalu, di tahun 2017 ini IFL Malang mencoba mengangkat tema tentang pemudadankebudayaan dengan tajuk “Youth Culture”. Acara yang diselenggarakan di Lapangan Parkir Stadion Gajayana ini dimulai pada pukul 13:30 siang dan turut dihadiri oleh beberapa aparat pemerintahan yang mengapresiasi acara ini. Dibuka dengan sambutan oleh Drs. Nuzul Nurcahyono selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ngalam Youthphoria 2.0 juga dihadiri pula oleh Ibu Widayati selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas pemuda dan Olahraga, Ibu Ir. Dahliana Lusi Ratnasari M.M., selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, serta Drs. Agus Sunarhadi dari Dinas Sosial Kota Malang, disusul oleh Ketua Pelaksana Ngalam Youthphoria 2.0, Muhamad Wildan dan sambutan dari Direktur Eksekutif IFL Malang, M. Zulrahman Akbar. Tak lupa masing-masing dinas tersebut juga ikut serta pada sambang komunitas, yaitu mengunjungi 40 tenda komunitas yang ada di Malang.

Selain acara seputar komunitas, seluruh komunitas ini diajak untuk saling berinteraksi dengan turut serta pada community bonding. Games diantaranya ‘makan kerupuk’ dan ‘lompat karung’. Interaksi yang terjalin antar komunitas pun berlangsung aktif dengan saling bertukar informasi sambil bermain bersama seperti bermain Castle Jenga, Rollerblade, Nunchaku atau bahkan Boomerang. Disamping itu beberapa booth juga terlihat memberikan informasi tentang aktivitas komunitasnya secara kreatif, seperti talkshow dari komunitas 2030 SDGS, planking area oleh komunitas Freeletics hingga pelatihan teater jalanan oleh komunitas Celoteh. Selain itu, juga ada live mural dari 3 komunitas seni di Malang yaitu komunitas Lettering Malang, Turu Kene dan Taman Langit. Didukung pula dengan beragam hiasan dan atribut booth masing-masing komunitas yang menggambarkan identitas komunitas menambah minat pengunjung yang hadir. Terlebih, walau terlihat berbeda tetapi semua hiasan booth diseragamkan dengan adanya pajangan kain batik atas permintaan panitia yang bermakna “berbeda-beda tetapi tetap satu”.


Untuk tetap mengedukasi para pengunjungnya mengenai budaya khas Malang, di tahun ini Ngalam Youthphoria 2.0 juga diramaikan oleh workshoptopeng malangan oleh Sanggar Seni Asmoro Bangun dimana didalamnya terdapat juga booth khusus untuk belajar memahat dan mewarnai topeng malangan, beserta pertunjukan tari Topeng Malangan oleh Gendhis pada malam hari nya. Hal ini dilakukan untuk melestarikan budaya khas Malang yang kini mulai pudar seiring zaman dan menambah pengetahuan mengenai topeng malangan. Disamping booth yang disediakan untuk berbagai komunitas di Malang tersebut, acara ini juga menyuguhkan berbagai food & beverage tenant yang unik dari berbagai usaha kuliner dan UKM di Malang.






Kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan komunitas seni yang semakin menghangatkan suasana Ngalam Youthphoria 2.0 seperti Malang Beatbox, Soundcloud Malang, Indonesian Guitar Fingerstyle serta Fire Dance. Tak lupa acara ini juga menghadirkan band-band lokal Malang yang menginspirasi seperti Philosophia, 3 Segara, Closure, Ekstraversi, Much band. Dan ditutup dengan penampilan puncak yang fenomenal dari bintang tamu utama Ngalam Youthphoria 2.0, Orkes Moral Pengantar Minum Racun. Membawakan lagu legendaris seperti ‘Judul-judulan’ dan ‘Bintangku Bintangmu’, berkolaborasi dengan aksi jenakanya begitu memukau pengunjung setia yang hadir menunggu OM PMR yang baru perdana mengunjungi Malang kala itu.









Semoga dengan adanya acara Ngalam Youthphoria 2.0 ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Malang terutama dapat menginspirasi para pemuda untuk menyalurkan passion nya sekaligus menjaga kelestarian budaya asli dari Malang.




“Culture can become a ‘secret weapon’ that makes extraordinary things happen.” 
– Jon Katzenbach


See you Leaders at Ngalam Youthphoria 3.0!😊
Dari para pemuda Malang, untuk Kota Malang.

Indonesian Future Leaders Chapter Malang
Initiate, Act, Share & Inspire.

SFS & SF.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Raekwon McMillan Womens Jersey